Menghitung biaya transport bulanan November 18, 2008
Posted by erztazh in Mutti.add a comment
Transportasi, menjadi salah satu point perhitungan penting dalam anggaran rumah tangga, sering
kita kecele dengan point ini, tiba-tiba pengeluaran bulanan kita sudah banyak saja. Kita coba
menghitung biaya transportasi rata-rata komuter jatiasih ke senayan.
Biaya bekerja dikantor dengan angkutan umum ( per bulan)
Ongkos angkutan umum :
Omprengan Rp. 24.000 x 20 hari = Rp. 480.000
Ojek 20.000 x 20 hari = Rp. 400.000
Total pengeluaran per bulan : Rp. 880.000
Biaya bekerja dikantor dengan mobil ( per bulan)
Biaya Bensin :
Rp. 50.000 x 20 hari = Rp. 1.000.000
Biaya Tol :
Rp. 12.000 x 20 hari = Rp. 240.000
Total pengeluaran per bulan : (1.000.000+240.000) = Rp. 1.240.000
Biaya bekerja dikantor dengan motor ( per bulan)
Biaya Bensin :
Rp. 15.000 x 20 hari = Rp. 300.000
Total pengeluaran per bulan : = Rp. 300.000
Asumsi :
Jumlah hari kerja sebanyak 20 hari.
Harga bensin Rp. 6.000 per liter
Route yang di tempuh : Jatiasih – JORR keluar pd indah – kebayoran baru – Senayan.
Biaya tersebut diatas adalah biaya yang dikeluarkan untuk pos transportasi dari rumah ke kantor
dan pulangnya. Tidak termasuk, jalan-jalan akhir pekan dan kegiatan freelance diluar kantor
sekarang ini.
Susahnya nyari CASH saat ini. November 16, 2008
Posted by erztazh in Vati.add a comment
“kaya dengan kerja keras atau mati karena hutang” – Asep, pedagang roti pagi hari di Komplek satwika permai, berapa hari yang lalu.
Memang benar, untuk seorang asep adalah hal yang mustahil untuk mendapatkan talangan pinjaman dari bank maupun dari badan keuangan. Apalagi mendapatkan sebuah kartu kredit yang kelak disana dia bisa meminjam uang dan menggunakannya untuk alasan produktif.
Selain bunga kredit tanpa agunan yang “nauzubillah summa nauzubillah” ada lagi faktor lain yang mungkin menjadi kendala, yaitu :
1. Seorang asep adalah seorang penjual roti menggunakan sepeda motor yang pertanggungjawaban keuangan nya mungkin tidak ada sama sekali, boro-boro bank meliriknya.
2. Kebanyakan perusahaan pendanaan meminta informasi ini itu, yang kelak agar kreditor bisa mempertanggung jawabkan.
Nah, apa gerangan yang bisa dilakukan, oleh seorang asep bila memerlukan dana, hmmm anggap saja 10 Juta.
a. Dari nilai itu mungkin bisa dibagi 2 atau 4 sehingga tidak terlalu besar resiko yang di tanggung oleh seorang asep, anggap : 2,5 juta dari ketua RT langganan rotinya di komplek mewah ini, yang nota bene pernah memberikan kurban untuk mesjid dikampungnya beberapa waktu yang lalu. Dengan modal kepercayaan dan cash flow yang sudah pernah di edit oleh anak SMK akuntansi, maka asep lebih yakin meminjam ke pak RT dari pada ke tengkulak atau ke Bank dengan bunga 22,44 % pertahun nya

Tabel Kredit tanpa agunan Asep
(Sumber :Webnya anjar )
b. Asep setiap pagi menawarkan roti ke seluruh komplek elit, tak terkecuali komplek ini. Dia bertemu dengan beberapa jasa AC, bengkel mobil, jasa catering dan penyimpanan alat-alat pesta. Dan menawarkan jasa berkeliling pagi harinya untuk menempelkan atau memberikan brosur ke setiap rumah, dengan upah 5000 rupiah, per 100 pamflet, 4kali perbulan dari 4 jasa perbaikan atau penjualan. Maka, dia bisa melakukan hal tersebut sambil menyelam minum air, garuk pasir dan nyari ikan. Yang penting halal ujarnya.
Itulah, sekelumit bagaimana mereka yang tidak bisa mendapatkan akses untuk mendapatkan kartu kredit, tapi mereka bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan. Oh iya, untuk tips ke2 dan ketiga nya, dia masih mencari pemodal yang bisa memberikan modal awal untuk kerajinan asli garut, yang berupa penjahitan dompet, yang mungkin bisa dilakukan mulai jam 10 siang sampai jam 16 sore.
So das Leben. Itulah hidup
Ernesto “Che” Guevara November 1, 2008
Posted by erztazh in Vati.add a comment
Ernesto “Che” Guevara
Puisi kisapujagat
Ernesto “Che” Guevara, kehidupan dunia, kawan, kehidupan kutub Barat dan kutub Timur, kehidupan revolusi, kehidupan langit dan kehidupan bangsa kapitalis, apakah cukup panjang jika waktu itu kau juga jaga dari rasa bosan perjalanan dan keinginan untuk tetap bertahan pada tingginya tebing-tebing sunyi dan lebatnya hutan perjuangan, hentikan pertapaanmu manakala melihat manusia banyak yang begitu tidak menapak tanah, menepuk dada, memainkan pola pikir tuan tanah dan bayangannya menginjak anak-anak bangsa tanpa bapak, padahal kaki dan jasadnya menyetubuhi lapar sang janda.
Ernesto “Che” Guevara, kawanku, bertelanjang dada lah dibawah sinar matahari di pagi hari, sebab dia bersuka rela akan menunjukan dimana nista kita, pun kita sebagai pemimpin perjuangan revolusi, atau hanya kura-kura yang mengejewantah dan ingin di posisikan selalu sebagai pemimpin para pemimpin. Hidup, mati dan air adalah buku suci tiap kaca kehidupan dan kata-kata nya adalah masa depan jika kau salah membalik apalagi membaca penyesalan dan ratapan adalah senantiasa.
Ernesto “Che” Guevara, kawanku, jangan kau pedulikan ajaran tentang cinta jika masih ada manusia yang didera dahaga jangan kau pelajari arti tentang jiwa, jika masih ada manusia yang saling menghamba sesama, jangan kau sentuh sebuahpun dari berpuluh macam manifesto jika hatimu masih tak percaya adanya Sang Maha Kuasa.
Salam Revolusi dari jauh,
Fiedel Castro, Kawan seperjuangan.
Dalam sebuah puisi fiksi, yang tidak bakal pernah termuat.
Info Kemacetan, variable baru mencari rumah November 1, 2008
Posted by erztazh in Vati.add a comment
“macet lagi macet lagi, gara-gara si komo lewat”
Sampai sekarang siapa yang tau sebenarnya si komo itu. Bisakah si komo diartikan angkot-angkot di jalan ciputat yang pas jam jam sibuk (jam berangkat kantor dan pulang kantor) membuat macet sekitar pasar, atau jalanan berlubang sepanjang jalan mampang, jl raya bekasi dan jl raya bogor. Atau barangkali vorrijderr nya pejabat-pejabat tinggi indonesia.
Yang jelas itu merupakan tanda bahwa disana frekuensi kendaraannya lumayan banyak,sering banyak gangguan (banjir, angkot, jalanan berlubang dll) yang bisa merupakan kendala kelak seumpama kita tinggal disana, memang jakarta ga ada lancarnya, tapi mencari jalan yang tidak macet juga masih bisa.
Forum info kemacetan di Detik dot com , dan keseharian informasi jalan raya Elshinta bisa dijadikan patokan dalam memilih rumah, sebenarnya dimana sih yang bisa kita hindari.
Dari sekian banyak info dan pemetaan macet, bisa saya simpulkan :
Jalan tol termacet sepanjang tahun adalah : Jalan tol dalam kota
Jalan Arteri dalam kota diluar dari three in one menduduki peringkat kedua setelahnya
Warga sekitar pondok cabe, ciereunde dan ciputat lebih sering mengirimkan info kemacetan untuk daerah mereka.
Mereka yang tiap pagi dan sore melewati mampang dan fatmawati, rajin kirim sms ke Elshinta, memberitakan kemacetan.
Nah, buat yang lagi berburu rumah, tulisan ini bisa dijadikan tips. Terutama mereka yang pergi pulang menggunakan mobil pribadi
