jump to navigation

Susahnya nyari CASH saat ini. November 16, 2008

Posted by erztazh in Vati.
trackback

“kaya dengan kerja keras atau mati karena hutang” – Asep, pedagang roti pagi hari di Komplek satwika permai, berapa hari yang lalu.

Memang benar, untuk seorang asep adalah hal yang mustahil untuk mendapatkan talangan pinjaman dari bank maupun dari badan keuangan. Apalagi mendapatkan sebuah kartu kredit yang kelak disana dia bisa meminjam uang dan menggunakannya untuk alasan produktif.

Selain bunga kredit tanpa agunan yang “nauzubillah summa nauzubillah” ada lagi faktor lain yang mungkin menjadi kendala, yaitu :
1. Seorang asep adalah seorang penjual roti menggunakan sepeda motor yang pertanggungjawaban keuangan nya mungkin tidak ada sama sekali, boro-boro bank meliriknya.
2. Kebanyakan perusahaan pendanaan meminta informasi ini itu, yang kelak agar kreditor bisa mempertanggung jawabkan.

Nah, apa gerangan yang bisa dilakukan, oleh seorang asep bila memerlukan dana, hmmm anggap saja 10 Juta.
a. Dari nilai itu mungkin bisa dibagi 2 atau 4 sehingga tidak terlalu besar resiko yang di tanggung oleh seorang asep, anggap : 2,5 juta dari ketua RT langganan rotinya di komplek mewah ini, yang nota bene pernah memberikan kurban untuk mesjid dikampungnya beberapa waktu yang lalu. Dengan modal kepercayaan dan cash flow yang sudah pernah di edit oleh anak SMK akuntansi, maka asep lebih yakin meminjam ke pak RT dari pada ke tengkulak atau ke Bank dengan bunga 22,44 % pertahun nya

Tabel Kredit tanpa agunan Asep

Tabel Kredit tanpa agunan Asep


(Sumber :Webnya anjar
)

b. Asep setiap pagi menawarkan roti ke seluruh komplek elit, tak terkecuali komplek ini. Dia bertemu dengan beberapa jasa AC, bengkel mobil, jasa catering dan penyimpanan alat-alat pesta. Dan menawarkan jasa berkeliling pagi harinya untuk menempelkan atau memberikan brosur ke setiap rumah, dengan upah 5000 rupiah, per 100 pamflet, 4kali perbulan dari 4 jasa perbaikan atau penjualan. Maka, dia bisa melakukan hal tersebut sambil menyelam minum air, garuk pasir dan nyari ikan. Yang penting halal ujarnya.

Itulah, sekelumit bagaimana mereka yang tidak bisa mendapatkan akses untuk mendapatkan kartu kredit, tapi mereka bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan. Oh iya, untuk tips ke2 dan ketiga nya, dia masih mencari pemodal yang bisa memberikan modal awal untuk kerajinan asli garut, yang berupa penjahitan dompet, yang mungkin bisa dilakukan mulai jam 10 siang sampai jam 16 sore.

So das Leben. Itulah hidup

Comments»

No comments yet — be the first.